People cannot gain anything without sacrificing something You must present something of equal value to gain something

Tuesday, September 27, 2011

Ketakutan Ku


Bagiku hidup adalah pilihan, bergerak maju atau hanya disini. Berdiri dalam kebingungan entah kemana mengayun langkah. Menentukan arah adalah hal yang amat sangat sulit. Keberanian memutuskan adalah hal yang begitu luar biasa. Tahukah kamu bahwa seringkali ada seikat rasa yang menghantui pada suatu keputusan yang akan diambil, KETAKUTAN.

Ya... seikat rasa takut akan mengacaukan segalanya. Seperti itulah diriku sekarang, memilih untuk tetap berdiri dalam pijakan awalku dan selanjutnya bingung akan kemana, bagimana mengatur langkah berikutnya. Aku takut, akan berakhir disini begitu saja. Melihat orang lain begitu ringan mengayun langkah membuatku “iri”….. Bukan!!! Tepatnya marah. Marah pada diriku yang begitu lamban bergerak. Aku takut dalam kebingunganku, benar-benar takut bahwa aku tak bisa menyelesaikan langkahku dengan benar.
Rasa takutku telah merendahkan harga diriku. Membawaku pada kondisi kritis, dimana sindrom gugup telah menguasai alamku. Kekhwatiran yang berlebihan mengikatku disisi kepalaku dengan isi kosong sementara diluar sana menuntut adanya isi, bahkan lebih dari sekedar isi. Berat sekali rasanya. Aku ingin berguru pada mereka, bagaimana caranya meluahkan gerah dan menarik garis lurus pada lintasan yang harus dilalui. Banyak kulalaikan, banyak kubiarkan. Sia-sia??? Mungkin iya!!!

Diriku tak hanya sekedar pecundang, tapi juga penghianat pada inginku, ya...karena seikat rasa takut itu yang tak bisa kuurai. Semakin hari ikatannya makin kuat, dan aku semakin susah bergerak bahkan untuk menarik nafas sekalipun. Sesak!!! Kalian pernah merasakan sesak nafas???..... Seperti itulah rasanya. Sulit digambarkan dengan kata. Yang jelas rasanya amat sangat tidak enak, makan minum jalan duduk baring bahkan ketika tertawapun yang seharusnya membawa kegembiraan juga tidak enak.
Aku takut...takut pada diriku yang semakin menggila. Biasanya ketika kutengadah wajahku kelangit sambil melebarkan lengan kesejukan akan terasa. Kali ini tidak!! Tidak ada sejuk yang kurasa yang ada hanyalah gamang. Hampa. Dan takut yang amat berlebihan. Aku kehilangan diriku. Aku takut. Takut akan ketegaranku semakin memudar.
Kakiku tak kuat berdiri, aku lelah dan ingin duduk sejenak. Bukan menyerah tapi sesaat rehat dari lingkaran. Aku pusing terus berputar pada satu pusaran. Aku mau menyandarkan kepala. Mengatur nafasku yang sesak. Aku ingin seseorang membawaku terbang, merengkuh pundakku dan mengitari kemayaan pikiranku dari kenyataan dunia yang sungguh amat baik padaku. Maaf, bukannya tak kusadari kebaikan itu hanya dirikulah yang terlalu naif memaknai suatu KESULITAN.

Sekarang aku tengah berjuang melawan sisi gelap dari diriku. Timbul tenggelam aku disini, medan perangku. Luka menganga akibat goresan pedang jiwaku yang kejam membuatku kehilangan banyak darah. Aku lemah. Aku takut. Takut kalau akhirnya akan mati oleh diriku sendiri. Membayangkannya saja membuat nadiku berhenti bedetak. Aku takut!! Sungguh... rasanya seperti tertusuk beling pada tumit, amat sangat perih. Seperti itulah rasa takutku menjalar, melilit tubuhku yang padat oleh dusta, bahwa aku tegar disini. Tolonglah... Aku ingin lepas dari ikatan itu, bagaimanapun caranya!!!

“aku berharap ada pesan darimu kunang-kunang malam, bahkan hanya sepetik kata mungkin akan membuatku tak takut lagi”

Monday, September 26, 2011

ku ingin berjalan terus


walau dalam gelap aku coba terus berjalan
walau pekat ini tak terhindarkan aku tetap berjalan
dan..
ketika ku terjatuh aku harus mencoba bangun dari jatuh ku
namun
mengapa perih ini terus terasa, aku coba bangkit sekuat tenaga
namun ku belum mampu
ku pandang sekeliling ku
namun
hanya gelap yang ada di sekitar ku
aku lelah berjalan di dalam gelapan ini
aku tak memiliki tujuan dalam gelap ini
aku ingin keluar dalam gelap ini
agar ku dapat menentukan arah kemana aku harus berjalan
walau dalam gelap ku terus berjalan
dalam lelah ku, perihku dan kesendirianku kini ku ingin berhenti
tuk beristirahat
akan tetapi ku tak bisa diam saja
aku harus terus mencari sepercik cahaya itu
walaupun dan bagaimana pun
ya, kini ku hanya ingin bersahabat dengan diri ku sendiri
aku bukan seorang yang cukup kuat dalam perjalanan sendiri
mungkin aku butuh teman di banyak perjalanan nanti
dan ku ingin berjalan terus menjemput cahaya itu

Aku butuh berjalan dalam hujan

Kita diciptakan didunia ini
Bukan untuk mencintai orang yang sempurna
Tapi untuk mencintai orang yang tidak sempurna
Dengan cara yang sempurna


Angin basah di awal Maret bertiup perlahan merontokkan beberapa helai daun kering yang masih tersisa di ujung ranting-ranting pohon dekat makam. Langit diatas menggantung sarat muatan, seakan ingin memuntahkan isinya kebumi. Sisa cahaya matahari terakhir menghilang tertutup mendung yang pekat. Angin bertiup perlahan membawa aroma hujan, meniup gugur daun-daun terakhir. Sama seperti hatiku yang hampa bagai teriup angin. Aku menatap gundukan tanah merah tanpa berkata apapun dan berusaha menahan tangis yang hendak tumpah. Aku berjalan perlahan meninggalkan kawasan pemakaman. Air pertama jatuh dari langit saat aku melangkah keluar dari gerbang pemakaman. Aku melangkah tanpa memperdulikan air kedua yang jatuh tepat di ujung hidungku. Pikiranku terus dipenuhi pertanyaan, Apa sebenarnya yang terjadi? Siapa sebenarnya yang salah? Apa yang sebenarnya terjadi?Mengapa dia meninggalkan ku? Apakah dia marah padaku? Apa aku bisa menghadapi semua tanpa kehadiran dirinya? “ARGHHH….”Aku berteriak pada jalanan yang legang. Lampu kota sudah menyala, hujan turun makin deras beberapa orang berlari mencari tempat berteduh. Sama sekali tidak terlintas dalam benakku untuk berteduh. Aku butuh mendinginkan kepalaku sejenak dan merenungkan apa yang sedang terjadi, aku butuh berjalan dalam hujan saat ini. Daun-daun kering rontok, jatuh berguguran dijalan. Seperti hati ku…Aku tiba di persimpangan jalan. ah… Hidup emang penuh pilihan… kita harus memilih dengan cepat karna sang waktu terus berjalan tanpa mau peduli pada perasaan kita… Perasaan ........ aku muak dengan segala omong kosong tentang perasaan ini!
Aku menengadahkan wajahku, hujan semakin menderas…”Aku tidak bisa melupakan mu sekaligus membunuh rasa rinduku ini padamu AYAH

Sunday, September 18, 2011

COMPLICATED !!!!!!

Complicated!!!
Bukan. ini bukan sebuah judul. Ini hanyalah sebuah kata yang terlontar dari mulut busuk seorang laki2 yang tak lain dan tak bukan adalah sekedar anjing jalanan yang penuh debu dan lusuh. Kotor, Menjijikkan. Seorang laki2 yang kuat, tegar dan suvive seperti kata kawan2nya. Tapi itu kebohongan. Palsu. Jika diantara kalian benar2 mengenalnya, maka kan kau temukan jiwa yang hancur, tubuh yang remuk. Mencoba berdiri dan terus berjalan diantara iblia-iblis yang selalu murka ia terus dan terus mencoba menyusun puzzle kehidupannya yang telah menjadi kepingan tak beraturan.

Complicated!!!! Lagi-lagi kata itu yang terlontar seketika olehnya. Helaan nafasnya yang panjang, tatapan matanya yang kosong mengiringinya pada mimpi-mimpinya. Hampa…. Mimpi palsu yang selalu hadir dalam hidupnya yang nyata.…..Kering rasanya kerongkongannya....Tubuhnya meringan dan semakin ringan…. Sangat ringan…. Namun gerak langkahnya terasa berat….. Bahkan untuk mengedipkan mata pun terasa sulit. Terus dan terus berjalan Tertatih-tatih, menangis, mengais.
Tak satupun peduli padanya. Perih, memang, namun ia tak mau terus-terusan menjadi anjing jalanan. Sepasang mata menatapnya sayu. Tangan itu hendak meraihnya. Namun ternyata palsu. Dan lagi-lagi kepalsuan yang ia hadapi. Berteriak ia dalam himpitan dan jepitan kehidupan yang menyumbat pikirannya. Tak satu pun mampu mendengar jeritannya. Rumitnya kehidupan yang ia jalani rupanya membuatnya terbelenggu dalam sebuah ego. Ego yang membuatnya lupa akan dirinya. Ambisinya mencapai mimpi-mimpinya membutakan mata hatinya. Dan benar-benar buta perasaannya. Tak ingat siapa dirinya. Hanya sebuah ambisi kosong yang ia anggap sebagai mimpinya.
Hilang akal sehatnya, yang dia inginkan hanyalah menjadi bentuk di dunia ini. Bukan anjing jalanan. Antara sadar dan tidak, egonya menguasainya, menuntunnya pada sebuah mimpi palsu. Ah... lelah rasanya. Tubuhnya, Perasaannya. Ia ingin terbebas dari belenggu ego yang sangat menyakitkan. Namun rupanya tak kuasa ia. Hidupnya membuat ia semakin terjerat.
Yah,,, terjerat oleh egonya. Adakah cahaya yang akan menyinari jalannya? Melumerkan egonya dan menghancurkan kerasnya ambisi. Mungkinkah ia akan dapatkan kehidupan normalnya kembali? Huft… Pertanyaan yang sulit dijawab. Aku pun tak mampu. Sulit diprediksi. Rumit dipecahkan, karena memang sangat complicated!!!
Diam. Laki2 itu terdiam. Lelah berjalan, lelah melawan nafsunya. Letih menjalani hidupnya yang gila. Berfikir dia Jalan mana yang harus ditempuh. Persimpangan ini terlalu rumit, Penuh pesona, Namun terasa sesak udaranya. Huft… mungkin dia butuh petunjuk Namun pada siapa? Kemana? Entahlah…

I even never don’t know…..!!!!!!